Puisi: SELAMAT PAGI KINI | Munkhayati
SELAMAT
PAGI KINI
Gerimis
pagi sapa daun jendela yang terbuka
Semilir
hawa lanjutkan salam pada alam
Matahari
malas menampakkan wajahnya
Langitpun
masih berselimut mendung keabuan
Menit demi menit tetes air menghujani
Menerpa langkah kaki bocah-bocah negeri
Terburu
mengejar mimpi yang selama ini hampir mati
Menggumpal
beku oleh pandemi
Di
balik tembok, almari, papan, meja dan
bangku
Terpekur
sepi menyatu bersama debu
Dingin
lukisanmu menahan rindu
Seolah
berbisik ingin selalu bertemu
Lembaran buku menuliskan masa depan
Meski agak samar namun jelas berkesan
Setiap lekuk huruf yang terpahat bercerita
Telah diutus oleh tangan-tangan yang penuh asa
Tak
mengapa pertemuan yang hanya sebatas
Sedikit berkurang beban himpitan yang memelas
Hari mulai
berseri melantunkan suara anak manusia
Merdu menyatu namun tegas melibas sang bala
Kebumen, April
2022
Komentar
Posting Komentar